Tampilkan postingan dengan label daun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daun. Tampilkan semua postingan
Selasa, 18 Oktober 2016
Manfaat Dari Daun Jawer Kotok
Daun Jawer Kotok atau biasa disebut (miana,iler,kentangan,ati-ati)atau nama latinya(Coleus Atropurpurreus Benth), ada dua macam yang berkasiat adalah yang daunnya berwarna merah kehitaman. yang berwarna merah dengan warna kuning kehijauan di pinggirnya yaitu Jawer Kotok untuk hiasan.Yang berhasiat sebagai obat adalah bentuk daunnya bulat melancip di ujungnya dan tepinya bergerigi. Tanaman semak ini bisa setinggi manusia. Batangnya segi empat dan mudah patah karena lunak. Batang yang patah itu bisa ditancapkan kembali untuk mendapatkan untuk mendapat tanaman jawer kotok baru.
Jawer Kotok menpunyai kandungan dan manfaat mengandung minyak atsiri, antara lain karvakrol yang bersifat antibiotik antibiotik, eugenol bersifat menghilangkan nyeri, etil saliailat menghambat iritasi. Selain itu juga mengandung sedikit lendir.
Mengenal Tentang Tanaman Jawer Kotok Sebagai Berikut:
Dapat tumbuh liar di ladang-ladang, di kebun-kebun sebagai tanaman hias.
Tumbuhan ini tumbuh secara liar diladang atau dikebun-kebun bisa digunakan sebagai tanaman hias. Berbatang basah yang tingginya mencapai 1 meter. Daunnya berbentuk segitiga atau bentuk bulat telur dengan warna yang sangat bervariasi dari hijau hingga merah ungu berbulu, dan tepinya beringgit. Bunganya berwarna merah atau putih, ungu atau kuning.
Berbagai Khasiat Dan Resep Traditional:
1. Ambeien
Cuci 17 helai daun jawer kotok dan 7 daun ngokilo. Kupas 3 potong kunyit yang masing-masing sebesar jari lalu memarkan. Semua direbus dengan 6 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Saring. Minum sehari sekali sebanyak segelas. Ramuan ini cukup untuk 3 hari.
2. Sembelit
5 helai daun jawer kotok dicuci, direbus dengan segelas air sampai tinggal setengah. Saring dan beri sesendok minyak kacang. Minum sekaligus.
3. Bisul
Daun jawer kotok dicuci bersih, ulasi dengan minyak kelapa lalu digarang. Hangat-hangat di tempelkan ke bisul.
4. Luka Borok
Beberapa helai daun iler dicuci, remas-remas sampai keluar cairannya. Tempelkan pada luka. Ganti 3x sehari.
5. Perut Mulas
potong akar iler dicuci den direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal stengah. Diminum pagi dan sore, masing-masing 1/2 gelas.
6. Untuk Haid Terlambat
helai daun jawer kotok dicuci, direbus dengan 2 gelas air sampai tinggal setengah. Diminum 1x sehari. Ramuan ini diminum paling banyak 3 hari.
7. Diminum pada Hari Terakhir Haid (Membersihkan)
3 helai daun jawer kotok dicuci, sekeliling kunyit dicuci, dikupas. Semua dilumatkan sambil diberi sedikit garam. Beri 3 sendok makan air, peras dengan kain./ Cairan itu diberi sesendok teh air jeruk nipis.
8. Sakit Mata/Mata Merah
Untuk obat minum : 5 helai daun jawer kotok dicuci dan direbus dengan segelas air sampai tinggal setengah.Untuk ditempelkan : Daun iler dicuci bersih, agak diremukkan dengan tangan tepi tidak sampai hancur. Lalu tempelkan ke mata yang sakit.
9. Habis Bersalin
Daun jawer kotok segar 12 helai; Herba jung Rahab (abunya)1 sendok teh; Asam kawak secukupnya; Air secukupnya, Herba jung rahab secukupnya dibakar dan diambil abunya. Ramuan dipipis hingga berbentuk pasta, Ditapalkan di perut.
10. Radang Usus
Daun jawer kotok segar 12 helai; Bawang merah (disangrai)1 umbi; Rimpang kunyit 2 g; Herb apatikan cina segar 7 g; Menyan madu 1/2 g; Air 110 ml, Dibuat infus atau dipipis, Diminum 2 kali sehari; pagi dan sore; tiap kali minum 100 ml (infus)atau 1/4 cangkir (pipisan).
Sumber: nasrulmna.blogspot.co.id
JERUK BALI (Citrus maxima)
Citrus maxima adalah tumbuhan menahun (perennial) dengan karakteristik tinggi pohon 5-15 meter. Batang tanaman agak kuat, garis tengah 10-30 meter, berkulit agak tebal, kulit bagian luar berwarna coklat kekuningan, bagian dalam berwarna kuning. Pohon jeruk mempunyai banyak cabang yang terletak saling berjauhan dan merunduk pada bagian ujungnya. Cabang yang masih muda bersudut dan berwarna hijau, namun lama-lama menjadi berbentuk bulat dan berwarna hijau tua. Tajuk pohon agak rendah dan tidak teratur.
Klasifikasi Jeruk Bali
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisio : Magnoliophyta (berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub-kelas : Rosidae
Ordo : Sapindales
Familia : Rutaceae (suku jeruk-jerukan)
Genus : Citrus
Spesies : Citrus maxima
Morfologi Tanaman
Daun
Daun tanaman berbentuk bulat telur dan berukuran besar, dengan bagian puncak atau ujung tumpul dan bagian tepi hampir rata, serta bagian dekat ujung agak berombak. Letak daun terpencar dengan tangkai daun bersayap lebar, warna kekuningan, dan berbulu agak suram.
Batang
Batang tanaman agak kuat, garis tengah 10-30 meter, berkulit agak tebal, kulit bagian luar berwarna coklat kekuningan, bagian dalam berwarna kuning. Pohon jeruk mempunyai banyak cabang yang terletak saling berjauhan dan merunduk pada bagian ujungnya. Cabang yang masih muda bersudut dan berwarna hijau, namun lama-lama menjadi berbentuk bulat dan berwarna hijau tua.
Tanaman citrus memiliki batang yang tergolong dalam batang berkayu ( lignosus ), yaitu batang yang biasanya keras dan kuat, karena sebagian besar terdiri dari kayu. Batangnya berbentuk bulat ( teres ), berduri ( spinosus ) pendek, kaku dan juga tajam. Selain itu arah tumbuh batangnya mengangguk ( nutans ), dimana batangnya tumbuh tegak lurus ke atas tetapi ujungnya lalu membengkok kembali ke bawah.
Buah
Buah berukuran besar dan berkulit tebal, Buahnya berbentuk bulat atau bola yang tampak tertekan.
Daging Buah
Warna daging buah merah muda atau merah jambu. Daging buah memiliki tekstur keras sampai lunak, rasa manis sampai sedikita asam, dan berbiji sedikit.
Bunga
Bunga jeruk bali majemuk ( inflorescentia ), tersusun dalam malai yang keluar dari ketiak daun, bunga berbentuk bintang, diameter 1.5 – 2.5 cm, bunga berwarna putih, dan baunya harum.
Akar
Akar tanaman jeruk merupakan akar tunggang.
Kandungan dan Manfaat Jeruk Bali
Jeruk bali memiliki beberapa kandungan, diantaranya Likopen, pectin, flavonoid dan vitamin c. Selain itu, memiliki beberapa kandungan kimia diantaranya :
Keterangan :
1. glycocitrine-I
2. 5-hydroxynoracronycine
3. citrusinine-I
4. 5-hydroxynoracronycine alcohol
5. grandisine-I
6. natsucitrine-II
7. citracridone-III
Likopen
Likopen merupakan pigmen karotenoid yang membawa warna merah. Pigmen ini termasuk ke dalam golongan senyawa fitokimia yang mudah ditemui pada tomat, jeruk, dan buah-buahan lain yang berwarna merah. Selain itu, pigmen ini juga terdapat di dalam darah manusia, yaitu 0,5 mol/liter darah. Nama likopen diambil dari spesies tomat yaitu Solanum lycopersicum.
Likopen bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit kanker, terutama kanker prostat. Sebagai anti radikal bebas, likopen dapat masuk ke dalam aliran darah lalu menangkap radikal bebas pada sel-sel tua dan memperbaiki sel-sel yang telah mengalami kerusakan. Struktur likopen sangat mendukung potensinya sebagai antioksidan. Struktur kimia likopen sangat berbeda dengan jenis karoteniod pada umumnya. Struktur likopen tidak dapat dikonversi menjadi vitamin A dan diketahui lebih efisien dalam menangkap radikal bebas dibandingkan dengan karetonoid lain. Jika bersinergi dengan β-karoten (provitamin A) yang banyak terdapat pada jeruk bali, likopen bisa berperan sebagai antioksidan. Likopen mempunyai rumus kimia C40H56 yang terdiri dari banyak ikatan rantai ganda yang saling berkonjugasi. Kandungan likopen pada jeruk bali cukup tinggi, yaitu 350 µg/100 g daging buah.
Aktivitas antioksidan likopen dua kali lebih kuat dibandingkan β-karoten dan sepuluh kali lipat lebih kuat dibandingkan vitamin E. Jadi reaksi likopen sebagai antioksidan di dalam tubuh lebih baik daripada vitamin A, C, E, maupun mineral lainnya. Selain itu, likopen diduga sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas seks. Likopen diyakini dapat meningkatkan jumlah sperma, memperbaiki struktur sperma, dan meningkatkan agresivitasnya. Dengan demikian, likopen otomatis dapat meningkatkan fertilitas seorang pria. Likopen juga dilaporkan dapat mengatasi kanker lambung yang disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori. Kehadiran likopen sangat bermanfaat untuk menghambat oksidasi yang disebabkan oleh bakteri tersebut.
Pektin
Jeruk bali mengandung pektin jauh lebih banyak dibandingkan dengan jenis jeruk. Satu jus jeruk bali mengandung lebih dari 3,9% pektin. Setiap 15 gram pektin dapat menurunkan 10% tingkat kolesterol. Hal ini menunjukkan bahwa jeruk bali dapat menurunkan risiko penyakit jantung.
Flavonoid
Flavonoid merupakan senyawa polifenol yang terdapat pada teh, buah-buahan, sayuran, anggur, bir dan kecap. Aktivitas antioksidan flavonoid tergantung pada struktur molekulnya terutama gugus prenil (CH3)2C=CH-CH2-. Gugus prenil flavonoid dikembangkan untuk pencegahan atau terapi terhadap penyakit-penyakit yang diasosiasikan dengan radikal bebas.
Vitamin C/Asam askorbat
Kadar vitamin C pada jeruk bali adalah 43 mg/100 g daging buah. Vitamin C juga merupakan antioksidan yang cukup baik. Vitamin C di dalam tubuh kan bersinergi dengan vitamin E, yaitu berperan sebagai antioksidan untuk menangkal serangan radikal bebas. Vitamin C dapat bersinergi dengan vitamin E dan mudah dioksidasi menjadi asam dehidroaskorbat. Dengan demikian maka vitamin C juga berperan dalam menghambat reaksi oksidasi yang berlebihan dalam tubuh dengan cara bertindak sebagai antioksidan.
Sumber: ahsofyan.wordpress.com
Langganan:
Postingan (Atom)

