Tampilkan postingan dengan label buah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buah. Tampilkan semua postingan
Selasa, 18 Oktober 2016
JERUK BALI (Citrus maxima)
Citrus maxima adalah tumbuhan menahun (perennial) dengan karakteristik tinggi pohon 5-15 meter. Batang tanaman agak kuat, garis tengah 10-30 meter, berkulit agak tebal, kulit bagian luar berwarna coklat kekuningan, bagian dalam berwarna kuning. Pohon jeruk mempunyai banyak cabang yang terletak saling berjauhan dan merunduk pada bagian ujungnya. Cabang yang masih muda bersudut dan berwarna hijau, namun lama-lama menjadi berbentuk bulat dan berwarna hijau tua. Tajuk pohon agak rendah dan tidak teratur.
Klasifikasi Jeruk Bali
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisio : Magnoliophyta (berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub-kelas : Rosidae
Ordo : Sapindales
Familia : Rutaceae (suku jeruk-jerukan)
Genus : Citrus
Spesies : Citrus maxima
Morfologi Tanaman
Daun
Daun tanaman berbentuk bulat telur dan berukuran besar, dengan bagian puncak atau ujung tumpul dan bagian tepi hampir rata, serta bagian dekat ujung agak berombak. Letak daun terpencar dengan tangkai daun bersayap lebar, warna kekuningan, dan berbulu agak suram.
Batang
Batang tanaman agak kuat, garis tengah 10-30 meter, berkulit agak tebal, kulit bagian luar berwarna coklat kekuningan, bagian dalam berwarna kuning. Pohon jeruk mempunyai banyak cabang yang terletak saling berjauhan dan merunduk pada bagian ujungnya. Cabang yang masih muda bersudut dan berwarna hijau, namun lama-lama menjadi berbentuk bulat dan berwarna hijau tua.
Tanaman citrus memiliki batang yang tergolong dalam batang berkayu ( lignosus ), yaitu batang yang biasanya keras dan kuat, karena sebagian besar terdiri dari kayu. Batangnya berbentuk bulat ( teres ), berduri ( spinosus ) pendek, kaku dan juga tajam. Selain itu arah tumbuh batangnya mengangguk ( nutans ), dimana batangnya tumbuh tegak lurus ke atas tetapi ujungnya lalu membengkok kembali ke bawah.
Buah
Buah berukuran besar dan berkulit tebal, Buahnya berbentuk bulat atau bola yang tampak tertekan.
Daging Buah
Warna daging buah merah muda atau merah jambu. Daging buah memiliki tekstur keras sampai lunak, rasa manis sampai sedikita asam, dan berbiji sedikit.
Bunga
Bunga jeruk bali majemuk ( inflorescentia ), tersusun dalam malai yang keluar dari ketiak daun, bunga berbentuk bintang, diameter 1.5 – 2.5 cm, bunga berwarna putih, dan baunya harum.
Akar
Akar tanaman jeruk merupakan akar tunggang.
Kandungan dan Manfaat Jeruk Bali
Jeruk bali memiliki beberapa kandungan, diantaranya Likopen, pectin, flavonoid dan vitamin c. Selain itu, memiliki beberapa kandungan kimia diantaranya :
Keterangan :
1. glycocitrine-I
2. 5-hydroxynoracronycine
3. citrusinine-I
4. 5-hydroxynoracronycine alcohol
5. grandisine-I
6. natsucitrine-II
7. citracridone-III
Likopen
Likopen merupakan pigmen karotenoid yang membawa warna merah. Pigmen ini termasuk ke dalam golongan senyawa fitokimia yang mudah ditemui pada tomat, jeruk, dan buah-buahan lain yang berwarna merah. Selain itu, pigmen ini juga terdapat di dalam darah manusia, yaitu 0,5 mol/liter darah. Nama likopen diambil dari spesies tomat yaitu Solanum lycopersicum.
Likopen bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit kanker, terutama kanker prostat. Sebagai anti radikal bebas, likopen dapat masuk ke dalam aliran darah lalu menangkap radikal bebas pada sel-sel tua dan memperbaiki sel-sel yang telah mengalami kerusakan. Struktur likopen sangat mendukung potensinya sebagai antioksidan. Struktur kimia likopen sangat berbeda dengan jenis karoteniod pada umumnya. Struktur likopen tidak dapat dikonversi menjadi vitamin A dan diketahui lebih efisien dalam menangkap radikal bebas dibandingkan dengan karetonoid lain. Jika bersinergi dengan β-karoten (provitamin A) yang banyak terdapat pada jeruk bali, likopen bisa berperan sebagai antioksidan. Likopen mempunyai rumus kimia C40H56 yang terdiri dari banyak ikatan rantai ganda yang saling berkonjugasi. Kandungan likopen pada jeruk bali cukup tinggi, yaitu 350 µg/100 g daging buah.
Aktivitas antioksidan likopen dua kali lebih kuat dibandingkan β-karoten dan sepuluh kali lipat lebih kuat dibandingkan vitamin E. Jadi reaksi likopen sebagai antioksidan di dalam tubuh lebih baik daripada vitamin A, C, E, maupun mineral lainnya. Selain itu, likopen diduga sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas seks. Likopen diyakini dapat meningkatkan jumlah sperma, memperbaiki struktur sperma, dan meningkatkan agresivitasnya. Dengan demikian, likopen otomatis dapat meningkatkan fertilitas seorang pria. Likopen juga dilaporkan dapat mengatasi kanker lambung yang disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori. Kehadiran likopen sangat bermanfaat untuk menghambat oksidasi yang disebabkan oleh bakteri tersebut.
Pektin
Jeruk bali mengandung pektin jauh lebih banyak dibandingkan dengan jenis jeruk. Satu jus jeruk bali mengandung lebih dari 3,9% pektin. Setiap 15 gram pektin dapat menurunkan 10% tingkat kolesterol. Hal ini menunjukkan bahwa jeruk bali dapat menurunkan risiko penyakit jantung.
Flavonoid
Flavonoid merupakan senyawa polifenol yang terdapat pada teh, buah-buahan, sayuran, anggur, bir dan kecap. Aktivitas antioksidan flavonoid tergantung pada struktur molekulnya terutama gugus prenil (CH3)2C=CH-CH2-. Gugus prenil flavonoid dikembangkan untuk pencegahan atau terapi terhadap penyakit-penyakit yang diasosiasikan dengan radikal bebas.
Vitamin C/Asam askorbat
Kadar vitamin C pada jeruk bali adalah 43 mg/100 g daging buah. Vitamin C juga merupakan antioksidan yang cukup baik. Vitamin C di dalam tubuh kan bersinergi dengan vitamin E, yaitu berperan sebagai antioksidan untuk menangkal serangan radikal bebas. Vitamin C dapat bersinergi dengan vitamin E dan mudah dioksidasi menjadi asam dehidroaskorbat. Dengan demikian maka vitamin C juga berperan dalam menghambat reaksi oksidasi yang berlebihan dalam tubuh dengan cara bertindak sebagai antioksidan.
Sumber: ahsofyan.wordpress.com
Senin, 17 Oktober 2016
Buah Pir Berpeluang Dibudidayakan di Indonesia
Wartaagro.com - Pir menjadi salah satu buah berpamor tinggi lantaran memiliki kandungan nutrisi dan manfaat yang cukup banyak bagi kesehatan. Kadar airnya tinggi serta memiliki rasa yang manis.
Beberapa manfaat buah pir bagi kesehatan termasuk membantu dalam menurunkan berat badan, meningkatkan pencernaan, meningkatkan kesehatan jantung, mengatur kadar cairan tubuh, hingga mengurangi tekanan darah.
Buah yang berasal dari Eropa, Asia Timur, dan Afrika Utara ini masuk golongan genus Pyrus. Cukup banyak spesies pohon dari genus Pyrus yang ditemukan.
Lantaran menjadi salah satu buah impor yang cukup banyak peminatnya, sejumlah pembudidaya mencoba membiakkan tanaman ini di Indonesia. Salah satu pembudidayanya adalah Welly Siswanto, pemilik Bernike Garden di Kandangan, Kediri, Jawa Timur.
Welly mulai mencoba membibitkan pir sejak empat tahun terakhir. "Di Malang sudah banyak yang menanam apel, jadi saya mencoba membibitkan pir yang karakteristiknya mirip dengan apel," ujarnya.
Dia bercerita, dalam setahun terakhir permintaan bibit pir mulai menanjak, meski belum rutin datang setiap bulan. Welly membudidayakan jenis pir lokal yang berwarna cokelat. Dia juga membudidayakan pir dengan mengimpor bibit dari Thailand yang saat ini sedang dalam proses ujicoba.
"Di Indonesia belum banyak orang yang membudidayakan tanaman pir. Jadi, mereka yang membeli dari saya memang berniat untuk menjadi petani pir pertama di daerah masing-masing," imbuhnya.
Welly menjual bibit pir lokal seharga 30.000 hingga Rp 40.000 per bibit. Sementara bibit pir impor mencapai Rp 200.000 per bibit karena ini merupakan bibit unggul dan masih belum banyak yang menjualnya di sini.
Harga jual buah pir yang ia datangkan dari Thailand juga cukup tinggi. "Harganya sekitar Rp 30.000 per kg," bebernya.
Welly pernah mendapatkan pesanan dari Yogyakarta sekitar 400 bibit pir lokal. Jika dihitung, omzetnya mencapai Rp 16 juta. Sementara dari Wonosobo juga ada calon pembudidaya yang membeli sekitar 200 bibit pir Thailand.
F. Rahardi, pengamat agribisnis, berpendapat, biasanya satu pohon buah pir bisa menghasilkan satu kuintal buah pir ketika pohon sudah mencapai ketinggian dua meter. Namun jika diteliti, rasa buah pir yang dibudidayakan di Indonesia berbeda dengan negara asalnya di Eropa yang lebih manis. "Di Indonesia pir memiliki rasa agak asam," katanya.
Pir hanya bisa di kembangkan di dataran tinggi. Buah ini hanya bisa tumbuh pada dataran tinggi di atas 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), seperti di Malang ataupun Nusa Tenggara Timur.
Iklim sedang untuk tumbuh maksimal
Budidaya pir dilakukan di daerah beriklim sedang. Di Indonesia hanya segelintir petani yang menggarap budidaya pir lantaran iklim tropis dan suhu udara yang relatif tinggi.
F. Rahardi mengatakan, cukup sulit membudidayakan buah pir di Indonesia. Hanya daerah-daerah tertentu yang kemungkinan cocok untuk ditanami pohon pir, seperti Malang, Jawa Timur, atau Nusa Tenggara Timur.
Karakter tanaman ini hanya kuat pada suhu 24 derajat Celcius di siang hari dan 14 derajat Celcius di malam hari.
Meski sulit mencari daerah yang cocok untuk membudidayakan tanaman ini di Indonesia, cara pembudidayaannya tidak terlampau sulit. Relatif sama dengan apel, tanaman pir bisa dikembangkan dengan cara setek atau cangkok. "Bisa juga menanam bibit buahnya," kata dia.
Di negara asalnya, pada musim gugur pohon buah pir akan rontok daunnya. Biasanya pada usia tanaman 1,5 tahun mulai tumbuh bunga-bunga bakal buah. Kemudian setahun setelahnya akan mulai tumbuh buahnya.
Edy Susanto, pemilik Tebuwulung Nursery di Bogor mengatakan, sebelum menanam bibit, lahan harus disiapkan terlebih dahulu. Lahan yang akan ditanami sebaiknya dicampur dulu dengan pupuk kandang.
Perbandingannya: satu ember untuk satu lahan bibit. Setelah itu bibit ditanam kemudian disiram dengan air secukupnya.
Pada musim hujan, penyiraman tidak perlu dilakukan setiap hari. Sedangkan pemupukan, sebaiknya dilakukan dalam interval sekitar satu bulan.
"Pupuknya bisa memakai pupuk kandang. Jika mau pakai NPK, cukup dua sendok makan," tutur Welly Siswanto, Pemilik Bernike Garden.
Menurut Welly, buah pir tidak mengenal musim sehingga bisa dipanen sepanjang tahun. "Tapi itu bisa dilakukan asal menggunakan teknik tanam tertentu yang memungkinkan untuk bisa panen sepanjang tahun," ungkapnya.
Agar hasil panen buah pir bisa lebih optimal, bisa melakukan teknik okulasi. Itu dilakukan dengan cara menempelkan tunas ke pohon lain. Pohon lain yang umumnya ditempeli adalah pohon apel.
Selain itu secara berkala pembudidaya bisa mengurangi batang ataupun daun ketika calon buah mulai besar. "Dengan teknik ini, energi pohon yang diserap akar terfokus untuk pembesaran buah," imbuh Welly.
Karena sulit mencari lokasi pembudidayaan yang cocok, Rahardi bilang, pasar pir masih belum bisa tergambar. Pembudidaya harus cermat melihat varietas pir yang dibudidayakan.
Sumber: wartaagro.com
Beberapa manfaat buah pir bagi kesehatan termasuk membantu dalam menurunkan berat badan, meningkatkan pencernaan, meningkatkan kesehatan jantung, mengatur kadar cairan tubuh, hingga mengurangi tekanan darah.
Buah yang berasal dari Eropa, Asia Timur, dan Afrika Utara ini masuk golongan genus Pyrus. Cukup banyak spesies pohon dari genus Pyrus yang ditemukan.
Lantaran menjadi salah satu buah impor yang cukup banyak peminatnya, sejumlah pembudidaya mencoba membiakkan tanaman ini di Indonesia. Salah satu pembudidayanya adalah Welly Siswanto, pemilik Bernike Garden di Kandangan, Kediri, Jawa Timur.
Welly mulai mencoba membibitkan pir sejak empat tahun terakhir. "Di Malang sudah banyak yang menanam apel, jadi saya mencoba membibitkan pir yang karakteristiknya mirip dengan apel," ujarnya.
Dia bercerita, dalam setahun terakhir permintaan bibit pir mulai menanjak, meski belum rutin datang setiap bulan. Welly membudidayakan jenis pir lokal yang berwarna cokelat. Dia juga membudidayakan pir dengan mengimpor bibit dari Thailand yang saat ini sedang dalam proses ujicoba.
"Di Indonesia belum banyak orang yang membudidayakan tanaman pir. Jadi, mereka yang membeli dari saya memang berniat untuk menjadi petani pir pertama di daerah masing-masing," imbuhnya.
Welly menjual bibit pir lokal seharga 30.000 hingga Rp 40.000 per bibit. Sementara bibit pir impor mencapai Rp 200.000 per bibit karena ini merupakan bibit unggul dan masih belum banyak yang menjualnya di sini.
Harga jual buah pir yang ia datangkan dari Thailand juga cukup tinggi. "Harganya sekitar Rp 30.000 per kg," bebernya.
Welly pernah mendapatkan pesanan dari Yogyakarta sekitar 400 bibit pir lokal. Jika dihitung, omzetnya mencapai Rp 16 juta. Sementara dari Wonosobo juga ada calon pembudidaya yang membeli sekitar 200 bibit pir Thailand.
F. Rahardi, pengamat agribisnis, berpendapat, biasanya satu pohon buah pir bisa menghasilkan satu kuintal buah pir ketika pohon sudah mencapai ketinggian dua meter. Namun jika diteliti, rasa buah pir yang dibudidayakan di Indonesia berbeda dengan negara asalnya di Eropa yang lebih manis. "Di Indonesia pir memiliki rasa agak asam," katanya.
Pir hanya bisa di kembangkan di dataran tinggi. Buah ini hanya bisa tumbuh pada dataran tinggi di atas 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), seperti di Malang ataupun Nusa Tenggara Timur.
Iklim sedang untuk tumbuh maksimal
Budidaya pir dilakukan di daerah beriklim sedang. Di Indonesia hanya segelintir petani yang menggarap budidaya pir lantaran iklim tropis dan suhu udara yang relatif tinggi.
F. Rahardi mengatakan, cukup sulit membudidayakan buah pir di Indonesia. Hanya daerah-daerah tertentu yang kemungkinan cocok untuk ditanami pohon pir, seperti Malang, Jawa Timur, atau Nusa Tenggara Timur.
Karakter tanaman ini hanya kuat pada suhu 24 derajat Celcius di siang hari dan 14 derajat Celcius di malam hari.
Meski sulit mencari daerah yang cocok untuk membudidayakan tanaman ini di Indonesia, cara pembudidayaannya tidak terlampau sulit. Relatif sama dengan apel, tanaman pir bisa dikembangkan dengan cara setek atau cangkok. "Bisa juga menanam bibit buahnya," kata dia.
Di negara asalnya, pada musim gugur pohon buah pir akan rontok daunnya. Biasanya pada usia tanaman 1,5 tahun mulai tumbuh bunga-bunga bakal buah. Kemudian setahun setelahnya akan mulai tumbuh buahnya.
Edy Susanto, pemilik Tebuwulung Nursery di Bogor mengatakan, sebelum menanam bibit, lahan harus disiapkan terlebih dahulu. Lahan yang akan ditanami sebaiknya dicampur dulu dengan pupuk kandang.
Perbandingannya: satu ember untuk satu lahan bibit. Setelah itu bibit ditanam kemudian disiram dengan air secukupnya.
Pada musim hujan, penyiraman tidak perlu dilakukan setiap hari. Sedangkan pemupukan, sebaiknya dilakukan dalam interval sekitar satu bulan.
"Pupuknya bisa memakai pupuk kandang. Jika mau pakai NPK, cukup dua sendok makan," tutur Welly Siswanto, Pemilik Bernike Garden.
Menurut Welly, buah pir tidak mengenal musim sehingga bisa dipanen sepanjang tahun. "Tapi itu bisa dilakukan asal menggunakan teknik tanam tertentu yang memungkinkan untuk bisa panen sepanjang tahun," ungkapnya.
Agar hasil panen buah pir bisa lebih optimal, bisa melakukan teknik okulasi. Itu dilakukan dengan cara menempelkan tunas ke pohon lain. Pohon lain yang umumnya ditempeli adalah pohon apel.
Selain itu secara berkala pembudidaya bisa mengurangi batang ataupun daun ketika calon buah mulai besar. "Dengan teknik ini, energi pohon yang diserap akar terfokus untuk pembesaran buah," imbuh Welly.
Karena sulit mencari lokasi pembudidayaan yang cocok, Rahardi bilang, pasar pir masih belum bisa tergambar. Pembudidaya harus cermat melihat varietas pir yang dibudidayakan.
Sumber: wartaagro.com
Cara Budidaya Mangga Harum Manis
Pohon mangga adalah komoditas tanaman buah yang sangat mudah untuk ditanam, dibandingkan dengan jenis pohon buah lainnya, seperti apel ataupun jeruk. Bercocok tanam pohon mangga tidak terlalu membutuhkan perawatan yang ekstra layaknya sebuah pohon budidaya pada umumnya. Cara budidaya yang sederhana ini akan sangat membantu anda sebagai pembudidaya yang baru belajar menanam pohon mangga. Di artikel ini, anda akan mendapatkan tips mengenai teknik budidaya pohon mangga harum manis yang baik dan benar.Teknik Menanam Pohon Mangga
Pada dasarnya teknik menanam yang anda praktekkan dalam membudidaya pohon mangga akan sama dengan ketika anda menanam pohon buah jenis lain. Pertama-tama anda perlu mengukur luas lahan tanam. Kemudian dari situ anda dapat menentukan jarak tanam yang ideal bagi pertumbuhan pohon mangga tersebut. Pada umumnya, anda dapat memberikan jarak tanam sekitar 5 – 10 meter antar pohon yang satu dengan yang lainnya. Pola penanamannya dapat berbentuk garis diagonal, garis sejajar, ataupun dengan bentuk segitiga sama sisi.
Kemudian untuk cara menanam pohon mangga sendiri, ada cara khusus yang dianjurkan untuk mengelola lahan tanah tersebut agar lebih layak ditanam. Pertama, galilah tanah dengan ukuran lebar dan tinggi yang direkomendasikan sekitar 50 cm – 100 cm. Kemudian ada 2 cara yang dapat anda lakukan untuk membuat lubang galian tersebut menjadi lebih layak untuk ditanami. Anda dapat membakar lubang hasil galian dengan memasukkan jerami atau sampah kering ke dalam lubang tersebut dan dibakar. Lebih bagus lagi bila anda membiarkan lubang hasil galian tersebut terkena cahaya matahari secara langsung dalam kurun waktu 1 hingga 2 minggu.
Tahap terakhir untuk menghasilkan tanah yang baik adalah campurlah tanah hasil galian tersebut dengan gabah atau dedak. Kemudian tambahkan pula pupuk kandang sebelum tanah tersebut digunakan untuk menutup lubang hasil galian. Penananam bibit mangga yang dapat meraih hasil yang maksimal memang perlu diperhatikan semenjak penyiapan lahan tanam. Maka dari itu, metode penyiapan lahan seperti ini sangat dianjurkan sekali untuk dilakukan.
Selanjutnya, masukkan tanah yang telah dicampur dengan dedak dan pupuk tersebut ke dalam lubang hingga mencapai ketinggian sepertiga dari tinggi lubang secara keseluruhan. Keluarkan bibit pohon mangga dari polybag dan masukkan ke dalam lubang tersebut. Timbun bibit tersebut dengan tanah sisa yang masih ada. Biasanya bibit tanaman yang berasal dari teknik okulasi memiliki mata okulasi. Usahakan agar mata okulasi ini tidak tertimbun tanah. Cara tanam bibit pohon mangga yang baik dan benar pun telah selesai anda lakukan.
Perawatan Pohon
Dalam perawatan bibit yang telah anda tanam agar menghasilkan pohon mangga yang produktif, yang perlu anda perhatikan dengan seksama adalah penyiraman, penyiangan, dan pemupukan yang harus dilakukan secara berkala.
Untuk penyiraman, anda minimal harus menyiram bibit tersebut 1 – 2 kali setiap harinya. Selain itu, perlu juga dilakukan penyiangan atau pembersihan lahan di sekitar pohon dari invansi hama ataupun ilalang yang dapat mengganggu kemaksimalan pertumbuhan bibit tersebut. Kemudian perlu juga dilakukan pemupukan setelah 2 bulan anda menanam bibit tersebut. Pupuk yang dianjurkan adalah pupuk organic, yaitu pupuk kompos atau pupuk kandang. Bila tidak ada pupuk organik, anda dapat menggunakan pupuk anorganik, seperti ZA, KCL, atau NPK.
Teknik Pembibitan
Bila anda ingin menghasilkan pohon mangga sendiri tanpa harus membeli bibitnya, ada beberapa cara pembibitan yang dapat anda lakukan sendiri. Untuk menghasilkan bibit mangga yang berkualitas, yang sangat penting untuk disediakan adalah bagian bawah batang pohon. Bagian ini sangat penting karena bagian bawah ini adalah peletak dasar pohon yang memberikan kehidupan pada pohon. Teknik-teknik yang bisa anda lakukan adalah dengan cara okulasi, sambung pucuk, dan grasping susuk.
Hal pertama yang harus anda lakukan adalah memilih buah mangga yang berkualitas baik karena buah ini akan diambil bijinya untuk menghasilkan bibit batang bawah dari pohon nantinya. Disarankan untuk mencari buah mangga local karena pohon local biasanya telah teruji lebih tahan terhadap perubahan iklim yang terjadi di tempat kita masing-masing.
Pertama, kelupas daging buah dengan pisau dengan arah tegak lurus terhadap permukaan biji tersebut. Setelah itu, cuci biji yang telah terkelupas dari dagingnya tersebut hingga bersih dan jemur hingga kering. Dengan keringnya biji, kulit biji akan dapat lebih mudah dibuka sehingga anda dapat mengeluarkan keping lembaga yang terdapat di dalamnya. Secara ilmiah, kulit biji ini dapat menghambat pertumbuhan tunas. Maka dari itu, keping lembaga harus dikeluarkan dari kulitnya. Dengan hilangnya kulit biji ini, tunas baru akan dapat tumbuh lebih cepat dalam waktu 2 hingga 5 minggu saja.
Setelah itu, tanam keping lembaga tersebut ke dalam polybag dengan posisi bagian perut tempat calon akar akan tumbuh berada di bagian bawah. Media tanah tempat tumbuhnya tunas pun disarankan untuk terdiri dari tanah, pasir kasar, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Simpan pot atau polybag tersebut di tempat yang teduh dan terlindung dari hujan dan panas matahari secara langsung. Kemudian calon bibit tersebut dapat disiram dan dipupuk secara rutin hingga muncul batang dan daun muda..
Empat minggu setelah proses ini bibit mulai dapat ditanam di lahan bebas ataupun dilakukan okulasi atau teknik budidaya lainnya agar dihasilkan varietas yang unggul sesuai keinginan anda.
Sumber: 1001budidaya.com
Pada dasarnya teknik menanam yang anda praktekkan dalam membudidaya pohon mangga akan sama dengan ketika anda menanam pohon buah jenis lain. Pertama-tama anda perlu mengukur luas lahan tanam. Kemudian dari situ anda dapat menentukan jarak tanam yang ideal bagi pertumbuhan pohon mangga tersebut. Pada umumnya, anda dapat memberikan jarak tanam sekitar 5 – 10 meter antar pohon yang satu dengan yang lainnya. Pola penanamannya dapat berbentuk garis diagonal, garis sejajar, ataupun dengan bentuk segitiga sama sisi.
Kemudian untuk cara menanam pohon mangga sendiri, ada cara khusus yang dianjurkan untuk mengelola lahan tanah tersebut agar lebih layak ditanam. Pertama, galilah tanah dengan ukuran lebar dan tinggi yang direkomendasikan sekitar 50 cm – 100 cm. Kemudian ada 2 cara yang dapat anda lakukan untuk membuat lubang galian tersebut menjadi lebih layak untuk ditanami. Anda dapat membakar lubang hasil galian dengan memasukkan jerami atau sampah kering ke dalam lubang tersebut dan dibakar. Lebih bagus lagi bila anda membiarkan lubang hasil galian tersebut terkena cahaya matahari secara langsung dalam kurun waktu 1 hingga 2 minggu.
Tahap terakhir untuk menghasilkan tanah yang baik adalah campurlah tanah hasil galian tersebut dengan gabah atau dedak. Kemudian tambahkan pula pupuk kandang sebelum tanah tersebut digunakan untuk menutup lubang hasil galian. Penananam bibit mangga yang dapat meraih hasil yang maksimal memang perlu diperhatikan semenjak penyiapan lahan tanam. Maka dari itu, metode penyiapan lahan seperti ini sangat dianjurkan sekali untuk dilakukan.
Selanjutnya, masukkan tanah yang telah dicampur dengan dedak dan pupuk tersebut ke dalam lubang hingga mencapai ketinggian sepertiga dari tinggi lubang secara keseluruhan. Keluarkan bibit pohon mangga dari polybag dan masukkan ke dalam lubang tersebut. Timbun bibit tersebut dengan tanah sisa yang masih ada. Biasanya bibit tanaman yang berasal dari teknik okulasi memiliki mata okulasi. Usahakan agar mata okulasi ini tidak tertimbun tanah. Cara tanam bibit pohon mangga yang baik dan benar pun telah selesai anda lakukan.
Perawatan Pohon
Dalam perawatan bibit yang telah anda tanam agar menghasilkan pohon mangga yang produktif, yang perlu anda perhatikan dengan seksama adalah penyiraman, penyiangan, dan pemupukan yang harus dilakukan secara berkala.
Untuk penyiraman, anda minimal harus menyiram bibit tersebut 1 – 2 kali setiap harinya. Selain itu, perlu juga dilakukan penyiangan atau pembersihan lahan di sekitar pohon dari invansi hama ataupun ilalang yang dapat mengganggu kemaksimalan pertumbuhan bibit tersebut. Kemudian perlu juga dilakukan pemupukan setelah 2 bulan anda menanam bibit tersebut. Pupuk yang dianjurkan adalah pupuk organic, yaitu pupuk kompos atau pupuk kandang. Bila tidak ada pupuk organik, anda dapat menggunakan pupuk anorganik, seperti ZA, KCL, atau NPK.
Teknik Pembibitan
Bila anda ingin menghasilkan pohon mangga sendiri tanpa harus membeli bibitnya, ada beberapa cara pembibitan yang dapat anda lakukan sendiri. Untuk menghasilkan bibit mangga yang berkualitas, yang sangat penting untuk disediakan adalah bagian bawah batang pohon. Bagian ini sangat penting karena bagian bawah ini adalah peletak dasar pohon yang memberikan kehidupan pada pohon. Teknik-teknik yang bisa anda lakukan adalah dengan cara okulasi, sambung pucuk, dan grasping susuk.
Hal pertama yang harus anda lakukan adalah memilih buah mangga yang berkualitas baik karena buah ini akan diambil bijinya untuk menghasilkan bibit batang bawah dari pohon nantinya. Disarankan untuk mencari buah mangga local karena pohon local biasanya telah teruji lebih tahan terhadap perubahan iklim yang terjadi di tempat kita masing-masing.
Pertama, kelupas daging buah dengan pisau dengan arah tegak lurus terhadap permukaan biji tersebut. Setelah itu, cuci biji yang telah terkelupas dari dagingnya tersebut hingga bersih dan jemur hingga kering. Dengan keringnya biji, kulit biji akan dapat lebih mudah dibuka sehingga anda dapat mengeluarkan keping lembaga yang terdapat di dalamnya. Secara ilmiah, kulit biji ini dapat menghambat pertumbuhan tunas. Maka dari itu, keping lembaga harus dikeluarkan dari kulitnya. Dengan hilangnya kulit biji ini, tunas baru akan dapat tumbuh lebih cepat dalam waktu 2 hingga 5 minggu saja.
Setelah itu, tanam keping lembaga tersebut ke dalam polybag dengan posisi bagian perut tempat calon akar akan tumbuh berada di bagian bawah. Media tanah tempat tumbuhnya tunas pun disarankan untuk terdiri dari tanah, pasir kasar, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Simpan pot atau polybag tersebut di tempat yang teduh dan terlindung dari hujan dan panas matahari secara langsung. Kemudian calon bibit tersebut dapat disiram dan dipupuk secara rutin hingga muncul batang dan daun muda..
Empat minggu setelah proses ini bibit mulai dapat ditanam di lahan bebas ataupun dilakukan okulasi atau teknik budidaya lainnya agar dihasilkan varietas yang unggul sesuai keinginan anda.
Sumber: 1001budidaya.com
Langganan:
Postingan (Atom)


