Tampilkan postingan dengan label warna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label warna. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Oktober 2016

ciri fisik tanaman hias aglaonema


ciri fisik tanaman hias aglaonema


– Berbicara menganai tanamn aglaonema, siapa yang tidak kenal dengan tanaman yang satu ini. Pasti semua orang mengenali dengan yang namanya tanaman aglaonema. Aglaonema merupakan salah satu jenis . Saat ini, pamor aglaonema sedang naik. Para penghobis kini beralih ke aglaonema.

Memang, dari dulu hingga sekarang pamor aglaonema tidak pernah pudar. Namun, pada saat ini pamor aglaonema bertambah lagi karena pesona yang ditimbulkan dari tanaman yang satu ini.

Lantas, dari mana aglaonema ini berasal? Tidak ada yang tahu pasti dari mana tanaman ini berasal. Namun, negara yang pertama kali membudidayakan tanaman aglaonema adalah negara Cina.

Di negara Cina ini lah pertama kali aglaonema dibudidayakan dan mulai disebarkan keseluruh negara ynag ada di dunia ini termasuk Indonesia.

Di Cina sendiri, aglaonema sering disebut sebagai Wan nien ching. Di Indonesia, aglaonema disebut sebagai sri rejeki. Mengapa dinamakan sri rejeki?

Hal ini dikarenakan orang Indonesia percaya bahwa tanaman aglaonema ini dapat membawa rejeki bagi siapa saja yang membudidayakannya. Karena itulah tanaman yang satu ini disebut sebagai sri rejeki. Namun sebutan sri rejeki hanya terdapat di Indonesia saja.

Saat ini, aglaonema telah memiliki berbagai macam jenisnya. Semakin banyaknya jenis dari aglaonema semakin banyak pula para penghobis yang menyukai tanaman ini.

Bagaimana ciri-ciri yang dimiliki oleh aglaonema? Ciri-ciri aglaonema adalah memiliki daun berwarna hijau. Tanaman ini tidak memiliki bunga sebagai penghiasnya. Melainkan daunlah yang digunakan sebagai penghiasnya. Namun begitu tanaman ini tidak kalah cantiknya dengan tanaman yang memiliki bunga.

Bagaimana tidak, aglaonema memiliki daun yang memiliki corak dan bentuk yang sangat khas. Tidak hanya itu, kini warna daun aglaonema tidak hanya hijau saja. Kini, aglaonema telah memiliki berbagai macam warna pada daunnya.

Contohnya seperti warna merah, putih,  merah muda, hijau tua, hijau muda, dan kuning. Semakin banyaknya variasi warna pada daun maka semakin banyak pula yang menyukai tanaman yang satu ini.

Corak pada daun aglaonema juga menambah semarak tanaman ini. Aglaonema memiliki berbagai macam corak. Dimana antara jenis aglaonema satu dengan aglaonema yang lainnya tidak lah sama coraknya. Corak yang dimiliki oleh aglaonema memang sangat indah. Corak pada daun ini membuat orang menjadi terpikat ketika melihatnya.

Bahkan para kolektor kini mengkoleksi aglaonema yang memiliki corak yang khas. Tidak hanya corak yang khas saja yang icari oleh para kolektor. Selain corak, warna daun aglaonema yang khas juga menjadi incaran oleh para kolektor. Yang dicari kolektor saat ini adalah aglaonema yang unik-unik.

Aglaonema yang unik ini akan dihargai sangat mahal. Tak heran jika banyak orang yang berlomba-lomba mendapatkan aglaonema unik karena harganya yang sangat mahal tersebut. Harga yang mahal sebanding dengan apa yang didapatkan.

Sumber: kebuntanaman.com

ciri-ciri jahe merah dengan kualitas baik


ciri-ciri jahe merah dengan  kualitas baik

Saat ini jahe merah banyak dicari orang, namun ada kalanya beberapa orang merasa bingung dan kesulitan membedakan antara jahe merah dengan jahe yang lainnya, berikut adalah yang dapat Anda ketahui :
 tanaman jahe merah

    Tanaman jahe merah memiliki batang semu, dan biasanya ketinggiannya mencapai 30 cm bahkan ada yang mencapai 1 m.
    Daun tanaman jahe merah sempit dengan panjang 15-23 mm. Tangkai daun jahe merah berbulu dan memiliki panjang 2-4 mm.
    Tanaman ini juga memiliki bunga. Batang bunga akan tersembul keluar dari dalam tanah bukan dari batang daun. Berbetuk tongat, gagang bunga tidak berbulu, bunganya berwarna merah dan dilindungi oleh daun yang berwarna hijau.
    Tanaman ini hanya dapat tumbuh pada tanah yang subur, gembur dan banyak mengandung nutrisi.
    Jahe merah dapat tumbuh pada daerah subtropis dan tropis. Di Indonesia tanaman ini dapat tumbuh di mana saja. Bahkan Anda dapat menanam tanaman ini di dalam kantung polybag atau bahkan karung.
    Jika jahe merah siap panen atau sekitar 9-12 bulan, maka daun akan berwarna kuning dan batang mulai mengering.


- rimpang jahe merah

Sedangkan dari segi rimpang adalah :

    Jahe merah mempuyai nama latin Zingiber officinale vatietas rubrum.
    Warna rimpang berwarna merah, jika hasil panen bagus, maka rimpang yang akan dihasilkan sangat banyak.
    Bentuk rimpang jahe merah agak kecil, dan menghasilkan serat kasar.
    Rasa jahe merash agak sedikit berbeda dengan jahe pada umumnya, lebih pedas, aroma yang dihasilkan lebih tajam. (diambil dari www.vemale.com )
    Jenis hama penyakit pada tanaman jahe merah



Ada beberapa hama yang biasanya menyerang tanaman ini, berikut adalah beberapa tanaman atau hewan yang biasa menyerang jahe merah :
1. Gulma

Gulma atau rumput liar, adalah tanaman pengganggu yang ering muncul dimanapun. Cara menanggulangi masalah ini adalah dengan cara menyiangi tanaman tersebut, selama seminggu sekali. Menggunakan sistem polybag akan mempermudah penanggulangan gulma.
2. Penyakit layu bakteri

Penyakit ini sering terjadi pada daerah tropis dan subtropis yang mempunyai iklim lembab. Gejalanya diawali oleh batang dan daun akan berwarna kuning dan posisi daun meggulung pada usia tumbuhan 2 bulan. Penyebab penyakit layu bakteri ini adalah bakteri R.solanacearum dan juga Nematoda. Nematoda akan membuat rimpang luka, sehingga bakteri cepat masik ke dalam tubuh jahe. Selain itu ada juga lalat rimpang, lalat ini juga mempunyai fungsi yang sama, membuat luka pada jahe merah.

Cara menanggulanginya adalah dengan menyiapkan bibit bebas patogen, lahan bebas patogen, sanitasi lahan yang baik.

Itulah sebabnya ketika Anda akan bercocok tanam jahe merah sebaiknya cari bibit yang baik. Agar hasil produksi atau hasil panen Anda semakin baik dan melimpah.

Sumber: manfaatjahemerah.com